Trip to java, Indonesian

Advertisements

just short story

seorang yang lebih tua bertanya padaku “sof, kamu tau kisah seorang penghancur batu besar?” lalu aku diam dan menganggelengkan kepala “nggak pak saya gak tau” lanjutku.

seorang yang lebih tua itu membenarkan duduknya, menatap mataku begitu serius ” kamu tau? ketika seorang penghancur batu itu ingin mencoba menghancurkan batu yang besar?”

aku tetap diam, menggangguk.

“si penghancur batu tadi ituu, dia udah berusaha terus menerus berusaha menghancurkan batu besar tadi sof tapi yang ia dapat hanya serpihan-serpihan, hingga sampai ke 99 kali si penghancur batu tadi berusaha, dia hampir nyerah sof di yang ke 99 , karna sampai pada ke yang 99 kali ternyata ia gabisa menghancurkan batu itu, tapi kamu tau apa yang terjadi setelah itu?”

lalu aku hanya menggangguk kembali, sedangkan bapak itu tetap menatapku begitu serius.

“dan ke yang 99 kali itu juga, si penghancur batu tadi, mencoba mencoba lagi untuk kesekian kalinya, dan ternyata ke yang seratus kali itu ia baru bisa menghancurkan batu besar tadi, nah apa hikmah dari cerita itu sof?” bapak itu menelan ludahnya ” berarti, untuk dapat sukses itu ga langsung kita dapet begitu aja, tapi pasti kita bakalan gagal dulu, dan gagalnya itu gak cuman satu kali tapi berkali-kali sof”

aku menunduk tak sanggup menjawab, hampir ingin menangis, awal kalinya orang yang tak begitu dekat denganku, menasihatiku dengan begitu pelan dan menyentuh.

“tapi pak, apa selalu begitu? dan selama itu kah? saya selalu mendapatkan itu berkali-kali, tapi sampai sekarang saya belum mendapatkan kesusksesan itu juga paak” tanyaku sekali lagi

“sof” bapak itu memajukan sedikit pandangannya, dan kali ini ia berbicara lebih serius “sof kamu itu baru sekali gagal!!!! iyakan baru sekali? mungkin ke yang sepuluh kali atau seratus kali, kamu baru bisa merasakan kesuksesan itu sof, toh kalo kita udah berusaha maksimal mungkin, itu tinggal Allah yang berkehendak”

saat itu juga aku tak bisa mendustai, kata-kata itu terlalu menyentuh, airmataku tak sanggup tertahan hingga mengalir begitu saja, dalam hati seperti ada yang memotivasi. akupun mengangguk, menundukan sedikit pandanganku, menyeka airmata tadi.

bapak itu tersenyum didepanku “jadi begitu ya sof” ia mengangkat jempolnya padaku lalu berdiri.

perasaanku seperti terangkat, aku pun ikut berdiri, menahan airmata karna haru “iya, makasih ya pak”

hingga akhirnya aku pun berlalu, nasihat itu yang akan aku ingat selalu.

terimkasih atas nasihat yang akan memotiasi saya


my cousins :)


Hey Depok,Indonesian


especially about we are

Suatu kalimat yang menyatakan kalo kamu sayang aku itu, aku berharap itu bukan hanya sekedar ungkapan yang sementara, tapi yang aku inginkan kalimat itu bisa jadi pikiran jernih kamu dan kamu bisa memperdalamnya dengan ketulusan kamu itu sendiri tanpa menginginkan sebuah alasan.  Apapun perubahan yang tak kamu sadari, aku pasti bisa membaca perasaanmu dan aku hanya takut sesuatu , dan aku yakin kamu tau sesuatu apa yang aku maksut. Ketika malam bertabur bintang dan sebuah bulan yang melengkungkan senyummu, disitu lah aku sanggup melepas gundah. Anggaplah bintang itu seperti kenangan-kenangan kita,  mungkin kamu takkan sanggup menghitung berapa banyak bintang itu. Cobalah lihat aku yang berada disampingmu, bukankah kamu menginkan aku tersenyum? Lalu  aku penuhi, aku tersenyum  dan  kamu pun ikut tersenyum  bersama tawamu. Eratan tangan yang menandakan kesetiaan dan hasrat untuk selalu bersama sangat terasa ketika kamu peluk kebahagianku dan kamu selalu membawa kebahagian itu bersama hatimu sehingga kamu mengerti sebuah perasaan. Semoga ini tak sekedar harapan, aku dan kamu itu, aku ingin berbeda, aku ingin hanya kamu yang mengisi, aku ingin tetap kamu yang sanggup bertahan di sampingku. Ingatlah ini, ingatlah janji kita pada bintang.

for iqbal, always! 🙂


Surat Untuk Bunda

My mom.

Ingatkah ketika aku engkau semangatkan, ketika aku yang rapuh selalu engkau kuatkan.

Ketika engkau tak pernah lunglai memberi kasih sayangmu, i hope you can get petience for me.

Senyum dan tawamu  yang selalu menjadi penghibur , ketulusanmu yang hadir memberiku tanpa alasan.

Saat itu engkau mengatakan padaku “ my child, when i get old, i hope you understand and have petience to me” setelah itu aku melihat tetesan kasihmu mengalir dipipimu, kau mencium keningku. Sekali lagi kau bilang padaku “ i hope you know dear, that i love you with all my heart” segera aku pun ikut menangis dipelukanmu.

Setiap kesalahan yang aku lontarkan tanpa pernah sengaja aku melakukannya. Itulah kelamahanku, ku yakin kau tau itu. Dalam kesempatanku mencium tanganmu, itulah saat-saat yang sangat sulit aku rasakan lagi ketika engkau pergi meninggalkan diri ini, bahkan aku tak mau hal itu terjadi.  Setiap tindakan yang engkau berikan padaku, itulah bukti kasihmu, bukankah itu benar? Lalu, tak pernahkah dirimu menyadari kasihku yang juga tulus untukmu? Namun ketika aku melakukan hal-hal bodoh itu lalu seolah engkau menyalahkanku tanpa mengerti akupun tak menginkan hal-hal bodoh itu terjadi.  Ketika dirimu sulit menerima hal itu dan engkau kecewa mendapatinya, itulah penyesalan yang lebih dalam terasa. Aku paham akan kesalahan bodohku itu,  tapi cobalah engkau  amati bahwa aku juga melihat batasan dan aku takkan melewatinya sedangkan aku mengerti. Dengarkanlah ini bund, coba rasakan, karna aku tau engkau lebih mengerti 🙂

 


Tentang Ini

gue ganyangka bakalan kaya gini, walaupun sebenernya gue tau ini pernah ada pada bayangan gue, dan gue ngerti kalo bakalan sesulit ini 😥 gue salah, dan sekarang disini gue ngerasa ga dingertiin tapi gue paham kalo ini lah resikonya. dibalik semua ini, gue cuman pengen satu hal yang mereka tau! kalo gue itu bahagia! sekarang gue bahagia! tapi gue tau, mereka gak pernah bisa menerawang, gk akan pernah bisa! mungkin mereka terlanjur kecewa :’)

 

dan hal yang awal kalinya gue rasaain, hal yang awal kalinya buat gue bahagia, hal yang awal kalinya baru gue temuin, dan hal yang awal kalinya buat gue kedua kalinya ngerasa berarti. sekarang, gue gatau akan jadi apalagi setelah ini. gue cuman bisa duduk, menangis lalu pasrah. mungkin takkan lama lagi , semoga arah waktu memberi kesempatan :’)

 

kenapa yaah, setelah menemukan bahagia, ternyata  jalannya malah sesulit ini, lajunya seakan hilang tak terarah lagi. entahlah, apakah itu akan jadi terakhir kalinya? jujur, ini bukan yang gue mau! bukan ini! dan setelah ini gue cuman bisa ngungkapin kalo gue sayang banget sama dia