colors (ShortStory)

Wanita itu selalu menyambut paginya dengan senyuman.

Namun sore ini, dia seperti  takut untuk keluar. Di bawah ranting besar itu, dia duduk. Tak ada yang istimewa dari perempuan itu, wajahnya biasa saja, tapi dibalik senyumnya ada cantik yang memancar, meskipun berbeda untuk sore ini.

Ada yang tersembunyi  dari perasaannya, dia memendamnya dalam hati. Wajahnya sama sekali tak menunjukan bahagia. Sorot matanya sayu, hanya menyandarkan tubuhnya di punggung pohon, menyeka airmatanya yang hampir jatuh. Itulah alasan mengapa lelaki itu terus memandanginya dengan sudut mata, setengah khawatir. Tak ada yang mengerti mengapa perempuan itu begitu mengasingkan dirinya di sederet keramaian, lelaki itu pun tak bisa menganalisa warna matanya. Bukankah lelaki itu merasa dirinya tak tega melihat airmata perempuan itu, lalu mengapa ia hanya diam menyembunyikan kekhawatirannya? Entahlah.

Mendung sore ini berhasil menyelimuti mereka, menambah suasana semakin menggelisahkan. Namun perempuan itu tetap diam, bertahan tanpa kata, lelaki itu jadi tidak mengerti sendiri, mereka menjadi saling diam.

Namun akhirnya, waktu tak sengaja mempertemukan pandangan mereka, tak betah berada dalam kesunyian yang tanpa alasan.

Mereka saling menatap satu sama lain, mata mereka bertemu dan mencoba membaca arti dibalik  tatapan masing-masing.

Dan lelaki itupun memulai.

“sampai kapan kamu akan seperti ini?” lelaki itu memfokuskan pandangannya pada mata perempuan disampingnya. Namun perempuan itu tetap diam, seperti tak sanggup mengucap.

Tak ada apapun yang diinginkan perempuan itu, ia hanya butuh pengertian dari sekali aja ia berucap, tanpa harus berletih untuk mengulangi. Lelaki disampingnya itu, dia yakin bahwa lelaki itu pasti lebih memahami, dan dia percaya lelaki itulah yang akan menghapus kegelisahannya saat ini, meskipun itu hanya mimpi yang menjadi harapannya. Mungkin, perempuan itu hanya butuh seseorang untuk menghangatkan bayang kosong disisinya.

akhirnya perempuan itu mengangkat bicara.

adakah sesuatu yang belum sempat kamu lakukan atau ingin mengubah sesuatu yang telah terlanjur dilakukan?

Lelaki itu diam, mengambil waktu untuk berfikir sejenak, hampir mengerti apa yang terucap dari perempuan itu, dan pertanyaan itu terasa sangat ganjil. Selama masih sanggup untuk di ubah,tak perlu mendekati batas akhir.

Perempuan itu memicingkan matanya. Kalau begitu kamu terlalu memudahkan, apakah setelah mengucapkan itu kamu mampu berargumen untuk tidak mengulanginya lagi? . perempuan itu memalingkan pandangannya, berusaha tak membalas tatapan lelaki itu. Dan lelaki itu sadar bahwa perempuannya tak menyukai janji kosong.

 

Setiap warna dan janji kosong akan menjadi kenangan yang paling mengerikan, namun perempuan itu percaya bahwa lelakinya akan  lebih mengerti dan berusaha menjauhi hal yang akan menyakiti dia dan lelaki itu sendiri, karna mereka yakin mereka memang saling membutuhkan.

Perempuan itu ingin mendengar mengenai arti ketulusan. Lelaki itu termengu lama, menyimpan jawaban untuk kesekian kali, sampai akhirnya lelaki itu memberanikan dirinya untuk menjawab.

Cinta yang tulus itu cinta yang mampu menerima apa adanya,  hanya mengandalkan rasa cinta ,tak memandang apapun, bahkan mampu mencintai karna ALLAH.

Perempuan itu tak merespon apapun dari jawabannya. dia mencoba memberanikan diri melihat bening mata lelakinya. Hanya itu? . perempuan itu masih merasa sesuatu kurang, walaupun sebenarnya tak tau apa yang dia inginkan di balik pertanyaan itu.

 

                                                                                                                                To be continued

 

 

 

About sofialeaa

Maybe I'm not perfect like them, but here's I am, I just want to be myself. I don't know what they judge my self , but I know who knows exactly who I am, just myself and God, you don't even know the fact about me. i'm not good and I'm also not bad, i'm not a beautiful girl but i'm also not a bad girl, i'm just a little girl that be an ordinary girl View all posts by sofialeaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: